Berikut, 3 Cara Efektif Mengelola Keuangan Pribadi

3 Cara Efektif Mengelola Keuangan Pribadi

Tanggal tua menjadi saat yang paling ditakuti oleh sebagian orang. Karena di tanggal-tanggal inilah kita mulai kehabisan uang. Bahkan berapa besarpun gaji yang kita miliki, rasanya masih belum cukup juga untuk memenuhi seluruh kebutuhan dalam sebulan. Mengapa bisa begitu?

Umumnya, hal ini terjadi bukan karena kebutuhan kita yang terlalu banyak atau harga kebutuhan pokok yang semakin mahal. Melainkan karena management keuangan pribadi kita yang masih amburadul. Yap, kebanyakan dari kita masih cukup sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Alhasil, kita justru menghabiskan gaji atau pemasukan kita untuk hal-hal yang sebetulnya tidak terlalu kita butuhkan.

Cara Mengatur Keuangan Pribadi

Itulah mengapa kita perlu tahu, bagaimana cara terbaik untuk mengelola atau mengatur keuangan pribadi. Setidaknya ada beberapa cara efektif yang bisa mulai kamu lakukan, yakni:

1. Membuat pembukuan pribadi

Catat semua pendapatan dan pengeluaranmu dalam rentang waktu sebulan terakhir. Termasuk pengeluaran-pengeluaran yang kamu anggap tidak terlalu besar seperti membayar parkir atau membeli minuman. Dari sini kamu dapat mulai menganalisa untuk apa-apa saja uang tersebut kamu gunakan. Mana yang memang betul-betul penting, dan mana yang sebetulnya tidak terlalu penting. Dalam dunia keuangan, hal ini dikenal dengan istilah budgeting.

Di Indonesia sendiri, orang-orang umumnya menggunakan pembagian 40%, 30%, 20% dan 10% untuk mengelola keuangan mereka. Dimana 40% digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan utama, seperti makan, minum, membayar sewa tempat tinggal (jika masih mengontrak), membayar tagihan bulanan seperti listrik dan internet, serta membayar iuran sampah, keamanan dan hal-hal lain yang perlu dipenuhi setiap bulannya. Disini, kamupun dituntut untuk lebih bijak dalam menentukan menu makananmu. Sebisa mungkin, masaklah semua makanan itu sendiri dan bawalah sebagian untuk bekal makan siangmu dikantor. Hindari pemborosan yang tidak perlu seperti memesan makanan cepat saji. Minimal hingga sampai di penghujung bulan.

30% nya lagi, bisa kamu simpan atau investasikan sebagai dana darurat. Dimana dana ini bisa kamu gunakan disaat-saat urgent seperti untuk biaya pengobatan, pendidikan, dan lain sebagainya. Tentu dengan asumsi bahwa kamu tidak sedang kredit rumah atau kendaraan.

Sementara yang 20% lagi, bisa kamu gunakan untuk “me time” alias bersenang-senang. Misalnya untuk Hang Out dan makan diluar atau untuk membeli barang-barang yang telah lama ada di keranjang belanjamu. Namun yang perlu diingat, jangan mengalokasikannya lebih dari 20%. Karena hal inilah yang seringkali membuat kita kelimpungan di akhir bulan.

Dan yang terakhir, sisihkan 10% sebagai persepuluhan (bagi kamu yang beragama kristen), atau 2,5% sebagai zakat pendapatan dan sisanya untuk charity atau amal (bagi kamu yang beragama islam). Hal ini penting, tak hanya untuk memenuhi kewajiban keagamaanmu semata. Melainkan untuk membangkitkan mood atau semangat dalam beraktivatas atau bekerja. You know, ada perasaan lega saat kamu bisa berbuat baik “pada dirimu sendiri”. Karena dengan melakukan hal itu, secara tidak langsung kamu sebetulnya sedang berbuat baik pada diri sendiri.

Oiya, pembagian ini sendiri sebetulnya bukanlah sebuah rumusan yang mutlak. Kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhanmu. Misal, buat kamu yang masih harus mengangsur rumah atau kendaraan, kamu bisa mengurangi alokasi dana yang seharusnya untuk investasi atau bersenang-senang ke dalam alokasi dana utama.

2. Jangan lupa untuk tetap menabung

Di poin pertama tadi, kita mengalokasikan 30% untuk hal ini. Mengapa demikian besar? Karena setiap kita tentu memiliki target jangka panjang yang ingin kita wujudkan serta pengeluaran-pengeluaran tak terduga lain yang harus kita penuhi. Misalnya untuk biaya pernikahan (bagi yang masih lajang), biaya persalinan (bagi yang telah menikah dan segera dikaruniai momongan), biaya pendidikan (bagi yang telah memiliki anak), membeli rumah, membeli mobil, maupun hal-hal tak terduga lain seperti biaya pengobatan. Inilah pentingnya memiliki management keuangan pribadi yang baik.

3. Cari penghasilan tambahan

Diluar jam kerja, kamu bisa memanfaatkan waktu luangmu dengan mencari penghasilan tambahan. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan dengan keahlian yang kamu miliki. Seperti mengambil side job secara online, berjualan kecil-kecilan melalui marketplace atau social media, dropship, memanfaatkan hobi fotografimu dengan menjual hasilnya ke situs penyedia foto, menjadi kurir barang/makanan, dan lain sebagainya.

Dengan mulai disiplin melakukan ketiga hal tersebut, kamu dapat lebih mudah mengatur keuangan pribadimu. Serta mencapai semua target-target jangka panjangmu sebelum usia 40-an.

So, Let’s do it!

Advertisement

Leave a reply:

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Site Footer

Sliding Sidebar