Anak Berkelahi di Sekolah? Ini yang Harus Orang Tua Lakukan!

Anak Berkelahi di Sekolah

Biasanya, ada 2 hal yang menyebabkan anak berkelahi dengan temannya disekolah, yakni karena diejek atau ditertawakan atau karena anak lebih dulu di nakali dan berusaha untuk membalas. Jika sudah begini, anak tak hanya akan terlibat cekcok mulut melainkan juga saling pukul hingga menangis. Hal ini karena diusianya, anak belum mampu mengutarakan pendapat, perasaan, hingga keinginannya secara verbal pada orang lain. Misalnya saat didorong oleh temannya, anak belum mampu mengutarakan ketidaksukaannya. Maka supaya temannya mengerti bahwa didorong bukanlah sesuatu hal yang patut untuk dilakukan, anak akan balik mendorong temannya. Tak hanya pada anak laki-laki, perkelahian juga dapat terjadi pada anak perempuan. Misalnya, karena memperebutkan sesuatu yang berujung pada jambak-jambakan.

Lantas apa yang harus dilakukan orang tua saat mendapat kabar bahwa anak berkelahi di sekolah?

Apa yang harus dilakukan orang tua saat anak berkelahi disekolah

1. Jangan buru-buru memarahi anak dan mencapnya sebagai anak “bandel”

Kebanyakan orang tua akan langsung emosi dan memarahi anak saat tahu mereka berkelahi disekolah. Anak bahkan tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan duduk permasalahannya sama sekali dan apa yang menyebabkannya sampai berkelahi. Begitupun dengan guru, kebanyakan guru justru lebih suka mempergunakan peristiwa semacam ini untuk memberikan gambaran pada siswa lain tentang kenakalan yang sebisa mungkin jangan mereka tiru. Dan langsung mencap anak yang berkelahi sebagai anak yang “bandel”. Sadar atau tidak, perlakukan semacam ini justru akan membuat anak semakin menjadi-jadi disekolah.

Sebetulnya, tugas guru dan orang tua adalah untuk memberitahu mereka bahwa apa yang dilakukannya adalah salah, jelaskan juga mengapa itu salah? dan bagaimana seharusnya mereka memperlakukan teman-temannya baik dirumah maupun disekolah.

Usahakan untuk tidak langsung memarahi atau menghakimi anak. Tanyakan baik-baik kenapa ia sampai berkelahi. Tanyakan juga hal serupa pada teman yang berkelahi dengannya. Supaya masing-masing orang tua dan guru tahu duduk permasalahannya dan dapat menasehati anak dengan cara yang dapat mereka terima. Sehingga kedepan, anak dapat lebih terampil menghadapi konflik dengan teman-temannya disekolah tanpa perlu berkelahi. Selain itu, kemampuan anak untuk berkomunikasi secara asertif juga akan mulai terasah. Karena apapun yang dia suka atau tidak suka dari teman-temannya akan langsung dia utarakan.

Meski begitu, orang tua juga jangan sampai terlalu lunak pada anak. Buat mereka mengerti, bahwa apa yang baru diperbuatnya itu salah. Jika ada sanksi yang diberikan pihak sekolah, biarkan anak menanggungnya supaya ia dapat belajar bertanggung jawab. Begitupula sesampainya dirumah, berikan sanksi tegas seperti tidak boleh bermain gadget selama beberapa hari kedepan, atau uang jajannya akan dipotong selama seminggu. Dengan begitu, anak akan mulai berpikir untuk tidak mengulanginya lagi. Sebab ia tahu, bahwa begitu ia mengulanginya lagi ada hak-hak istimewa yang tidak dapat ia nikmati.

2. Jangan turut serta dalam perkelahian anak

Tahukah kamu, apa yang membedakan perkelahian diantara anak-anak dengan perkelahian diantara orang tua mereka? Anak-anak, ketika mereka berkelahi, mereka bisa langsung melupakannya dan kembali bermain bersama. Sementara orang tua, begitu mereka berkelahi, mereka bisa saling mendendam hingga enggan untuk bertatap muka selama bertahun-tahun lamanya. Maka disisi lain, dibutuhkan kedewasaan pada diri orang tua.

Tak salah untuk membela anak. Namun jangan sampai memanjakan mereka secara berlebih apalagi memaklumi tindakan mereka yang salah. Karena hari-hari ini, ada begitu banyak orang tua yang justru tidak terima saat anaknya ditegur, bahkan oleh guru mereka sendiri. Mereka beranggapan bahwa anak mereka tidak mungkin salah. Jika sudah begini, bukan lagi anak yang perlu di nasehati, melainkan orang tua.

3. Ajari anak untuk berempati dengan teman-temannya

Disekolah, anak tentu akan berinteraksi dengan teman-temannya yang berasal dari berbagai latar belakang. Diantara teman-temannya ada yang mungkin berkulit putih, sawo matang, hingga sedikit gelap. Begitupula dengan rambut mereka, ada yang mungkin berambut lurus, sedikit bergelombang, hingga betul-betul keriting. Namun bukan berarti, anak harus membeda-bedakan saat bermain. Tanamkan pada diri anak, bahwa perbedaan tersebut adalah hal yang biasa. Dimana nantinya, saat mereka beranjak dewasa mereka akan menjumpai lebih banyak lagi perbedaan yang mesti mereka hadapi. Dengan begitu anak akan mulai belajar untuk berempati dengan teman-temannya. Dan bukan tidak mungkin anak justru akan membela teman-temannya yang mendapatkan bullying atau ejekan karena perbedaan itu tadi.

4. Ajak anak untuk ngobrol dirumah

Sejatinya, setiap anak suka diperhatikan. Sesekali, minta ia menceritakan bagaimana aktivitasnya disekolah? bagaimana ia diperlakukan oleh teman-temannya? bagaimana ia diperlakukan oleh gurunya? apakah ia mengalami kesulitan dalam mata pelajaran tertentu? Dan hal apapun yang menurutnya penting untuk diceritakan. Hal ini akan melatih anak untuk lebih terbuka pada orang tua. Tanyakan juga hal apa yang paling ia suka disekolah? mengapa ia menyukainya? dan dukung mereka untuk terus melakukannya. Dengan begitu, anak juga akan memiliki motivasi lebih untuk berprestasi dalam hal-hal tertentu semisal akademik, maupun olahraga. Dan sedikit banyak, hal ini akan mulai menjauhkan mereka dari kebiasaan yang buruk seperti berkelahi itu tadi. Jangan lupa untuk memberikan pujian pada anak atas setiap achievement atau pencapaian yang diraihnya.

5. Berikan teladan yang baik

Dan yang terakhir, berikan teladan yang baik. Ingat, bahwa anak merupakan seorang peniru ulung. Mereka dapat dengan mudah meniru apa yang mereka lihat. sia-sia kamu menasehati mereka untuk tidak berkelahi, kalau kamu sendiripun sebagai orang tua justru kerap bertengkar dengan orang lain. Berikan mereka teladan untuk ramah terhadap semua orang, dan berbicara dengan intonasi yang rendah. Saat berkendara bersama anak misalnya, hindari teriakan atau makian pada pengendara lain yang mungkin mendahuluimu dengan cara berkendara yang membahayakan. Sebaliknya, beritahu anak, bahwa berkendara dengan cara seperti itu adalah salah. Supaya saat dewasa nanti, yang mereka ingat dan contoh bukanlah makianmu pada pengendara lain, namun nasehatmu untuk berkendara dengan baik.

Nah, itulah 5 hal yang bisa kamu lakukan saat mendapat kabar bahwa anak berkelahi di sekolah. Tanamkan pada diri anak bahwa memiliki banyak teman dan sahabat jauh lebih mengasyikkan ketimbang memiliki banyak musuh. Beritahu mereka bahwa perkelahian juga tidak akan menyelesaikan masalah atau memberikan jalan keluar. Bahkan ada konsekuensi yang harus mereka tanggung kemudian. And again, hal terbaik yang bisa dilakukan orang tua adalah memberikan contoh serta teladan yang baik.

Advertisement

Leave a reply:

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Site Footer

Sliding Sidebar

Archives